Penulis: Redaksi
SINAR MEDAN | MEDAN
Kebakaran di Rumah Sakit (Rumkit) Putri Hijau Medan membuat geger, apalagi rumah sakit milik TNI AD tersebut aktif merawat pasien.
Rumkit Putri Hijau yang berada di Jalan Putri Hijau, Kecamatan Medan Barat terbakar pada, Sabtu (2/7/2022) malam.
Berdasarkan keterangan keluarga pasien yang dievakuasi, api mulai muncul sekira pukul 18.30 wib. Api diduga berasal dari ruang Poliklinik Anak terus berkobar hingga membesar.
Api yang besar, nyaris menghanguskan seluruh bagian dalam gedung Poliklinik Anak tersebut dan api nyaris membakar seluruh atap gedung. Bagian tengah atap gedung habis terbakar.
Perawat Berhamburan Keluar
Akibat kebakaran itu, pengunjung yang berada di rumah sakit panik ketika melihat para perawat berbondong-bondong lari keluar.
Para perawat, turut menyelamatkan alat-alat medis, salah satunya tabung untuk bayi.
"Magrib itu kejadiannya, kebakaran-kebakaran sambil lari gitu perawatnya," kata seorang keluarga pasien.
Api memang bertahan cukup lama lantaran angin yang cukup kencang.
Personel TNI Turut Bantu Pemadaman
Pantauan di lokasi, puluhan TNI berseragam membantu memadamkan api. Dengan kondisi gelap, personel TNI membantu petugas Pemadam Kebakaran Kota Medan.
Tampak di lokasi kejadian, petugas mengarahkan selang panjang dari mobil pemadam, dan menyiramkan air ke sumber api.
Meski sudah berupaya memadamkan api, angin yang begitu kencang membuat api sulit dipadamkan.
Beberapa petugas yang kewalahan kemudian bergantian menyiramkan air.
Tampak pula ada petugas yang wajahnya menghitam dengan kondisi baju basah kuyup terduduk sambil meminum air mineral.
Penyebab awal kebakaran diduga berasal dari korsleting listrik.
Namun, petugas kepolisian bakal melakukan penyelidikan lebih lanjut.
Di lain sisi, pihak rumah sakit sendiri belum ada memberikan keterangan, karena masih fokus menyelamatkan pasien yang ada di rumah sakit.
Dari informasi yang didapat tribun-medan.com di lapangan, sejumlah pasien yang ada di rumah sakit sudah dievakuasi dan sejauh ini belum ada informasi mengenai korban jiwa.
(SM - Red/Trib)