Penulis: Redaksi
SINAR MEDAN | SUNGGAL
Warga Dusun II Barat Desa Tanjung Gusta Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang sebanyak 38 Kepala Keluarga (KK), berencana akan mendatangi Kantor Camat Sunggal Deli Serdang.
Kedatangan puluhan warga tersebut, terkait diperpanjangnya kontrak pendirian tower milik PT Gametraco Tunggal yang berdiri di lahan milik S Simanjuntak.
Di tower tersebut, juga terpasang beberapa jaringan telepon selular.
Hal itu diutarakan seorang warga bernama Ida saat dikonfirmasi SinarMedan.com, Senin (12/9/2022) siang di kediamannya.
Sejak berdiri sekira 11 Tahun lalu, dampak yang sering terjadi mengakibatkan kerusakan peralatan elektronik berupa, tv, charger handpone serta bola lampu milik warga sekitar.
Ida mengatakan, beberapa warga juga sudah berulangkali menghubungi pihak tower, dengan mendatangi kantor Gametravo Tunggal yang berlokasi di kawasan komplek pertokoan Tomang Elok, Medan.
Di kantor tersebut, warga bertemu dengan pegawai bernama Nining.
"Ga ada urusan lagi dengan masyarakat," ucap Nining ditirukan Ida.
"Karena, pemilik lahan sudah menyambung lahan kepada pihak Gametraco Tunggal," tuturnya.
Bahkan, lanjut Ida, warga juga sudah membawa permasahalah tersebut ke pihak DPR Deli Serdang di Komisi III Saragih dan harahap.
Hasil dari pertemuan tersebut, pihak DPR menyerahakan penyelesaiannya kepada pihak Kepala Desa dan Camat Kecamatan Sunggal.
"Intinya, tower yang didirikan PT Game Traco tetap dibongkar karena, sejak awal tidak pernah menyetujui," tegas Ida.
Diungkapkan Ida, pada 10 Agustus 2022 kemarin dilakukan rapat antara warga dan pihak PT Gametraco Tunggal dan disepakati akan menunggu hasilnya keputusan Rapat Tanggal 7 September 2022 kemarin di kantor Kepala Desa Lalang dihadiri Kades Lalang Kawibowo dan kasi trantib kecamatan Sunggal Chandra Hasibuan.
"Tanggal 20 September 2022 ini, kami puluhan warga mendatangi kantor camat Sunggal untuk mengatasi permasalahannya," beber Ida.
Selama tiang berdiri, tidak ada dipasang anti petir. Baru sekira seminggu lalu baru mau dipasang anti petir. Makanya peralatan elektronik kami sering rusak bang," terangnya Ida kesal.
Eko Sapriadi SSos ketika dikonfirmasi melalui layanan WhatsApp mengatakan akan berkordinasi dengan aparat desa.
"Kami akan berkordinasi dengan pihak Pemerintah Desa (Pemdes) ya bang," ucap Camat singkat.
(SM - Redaksi)