Penulis: Redaksi
SINAR MEDAN | SULAWESI SELATAN
Video oknum polisi melakukan pemukulan, pencekikan serta pengancaman terhadap wanita berhijab di kabupaten Pinrang, Sulawesi Selatan (Sulsel) viral di Media Sosial (Medsos).
Dalam video tersebut, terlihat oknum polisi memegang leher wanita paruh baya menggunakan satu tangannya. Kemudian, tangan kanannya menunjuk-nunjuk korban.
"Kurang ajar ko iko, weherku siladda mulei Iko lao pekangi (kurang ajar kamu, bapak saya yang urus Empang ikannya, kamu yang pergi mancing hasilnya)," ujar oknum polisi dalam bahasa Bugis.
Perdebatan kedua orang tersebut, terus berlangsung. Wanita yang mengenakan hijab hijau itu terus menghindar.
Beberapa kali pernyataan wanita itu, selalu berubah-ubah. Awalnya, wanita tersebut mengaku tidak memancing di empang milik orangtua Aipda S sang oknum polisi namun akhirnya diakui.
Aipda S kembali menunjuk-nunjuk wanita tersebut dan mengatakan kalau dirinya berbohong sembari memukul kepala sang wanita.
"Iye mi cuceng e kasi, iye mi (kali ini saja)," tutur sang wanita.
Emosi Aipda S semakin memuncak dan mengancam akan membunuh wanita tersebut.
"U wuno maseka, u wuno ko (saya bunuh kamu nanti, saya bunuh)," kesal Aipda S sambil memukul dinding seng tempat bersandar sang wanita.
Dari data yang dikumpulkan, kejadian tersebut terjadi di Dusun Waetuo, Desa Waetuo Kecamatan Lanrisang Kabupaten Pinrang Sulsel pada, Kamis (15/9/2022) sekira pukul 14.00 wita kemarin.
Kejadian tersebut, terkait kesalahpahaman mengenai hasil panen ikan di empang orangtua Aipda S.
Wanita itu, diduga mengambil ikan di empang tanpa izin. Sementara Aipda S dan sang wanita, masih merupakan keluarga.
Keduanya, juga sudah membuat surat pernyataan berdamai dan memilih tidak melaporkan masalah tersebut ke jalur hukum.
(SM -Red/Ig)