Penulis: Redaksi
SINAR MEDAN | MALANG
Diperkirakan hingga saat ini sebanyak 126 orang dikabarkan tewas dua orang di antaranya adalah personil polisi akibat kerusuhan di Stadion Kanjuruhan Kepanjen, Malang, Jawa Timur.
Kerusuhan tersebut terjadi, pasca pertandingan sepakbola antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya yang berakhir kekalahan Arema FC dengan skor 2:3 dari Persebaya.
Sejumlah orang yang diduga menjadi korban meninggal dunia dan luka-luka akibat kericuhan tersebut karena caos, berdesak-desakan, terinjak dan sesak nafas.
Sebelumnya, kesebelasan Arema FC kalah 2:3 dari Persebaya Surabaya dalam lanjutan Liga I, Sabtu (1/10/2022) di Stadion Kanjuruhan Malang, Jawa Timur.
Petugas keamanan dari TNI/Polri berusaha sekuat tenaga melakukan pengamanan, gas air mata turut ditembakkan untuk meredam kericuhan yang diduga dilakukan Aremania.
Setidaknya, ada 40 orang meninggal dunia saat kerusuhan namun masih didata. Bahkan, ada dua Mobil Ransus Polri yang hancur diduga dilempari batu oleh para suporter dari Aremania.
Namun informasi lain menyebutkan, ada sebanyak 100 orang masih dalam perawatan di RSUD Kanjuruhan, Kabupaten Malang dan RS Wava Husada. Jumlah yang menderita luka, juga masih dalam pendataan.
Salah satu akun Twitter @Ilham Prasetyo01 mengungkapkan bahwa, korban tewas akibat kerusuhan mencapai 110 orang dan jumlah tersebut belum termasuk yang di rumah sakit.
Namun, akun Laufi_ahmad01 membalas di Twitter dan mengatakan jumlah sudah bertambah.
"Tadi jam 4, sudah 126 orang min," terang akun Laufi_ahmad01.
(SM - Redaksi/Ig)