-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Marganti Siregar Tewas Dibantai Adik Kandung

Selasa, 18 Oktober 2022 | Selasa, Oktober 18, 2022 WIB Last Updated 2022-10-18T15:04:55Z
               Penulis: Jhon Hutatoruan
Kondisi Korban Marganti Siregar. (Foto: Ist)

SINAR MEDAN | TAPUT

Marganti Siregar, warga Sigubo Desa Silalitoruan Kecamatan Muara Kabupaten Tapanuli Utara (Taput) tewas dibantai adik kandungnya sendiri Elipitua Siregar, Sabtu (15/10/2022) sekira pukul 08.00 wib kemarin.

Hal itu, diutarakan Kapolres Tapanuli Utara, AKBP Johanson Sianturi SH SIK MH dalam laporan tertulisnya yang ditujukan kepada Kapolda Sumut ditembuskan kepada Wakapolda Sumut, Irwasda Polda Sumut, Karo Ops Polda Sumut serta Para PJU Polda Sumut.

Untuk penanganan penyidikan, pihak kepolisian Polsek Muara Polres Taput memeriksa saksi Pernando Siregar (36) penduduk Sitamba Desa Silalitoruan Kecamatan Muara Kabupaten Taput serta Hengki Ompusunggu (31) penduduk Lumban Toba Desa Hutanagodang Kecamatan Muara Kabupaten Taput.

AKBP Johanson Sianturi SH SIK MH menuturkan, pihak kepolisian mendapatkan informasi adanya kasus penganiayaan yang menyebabkan seseorang meninggal dunia.

Sekira pukul 09.00 wib, personil Polsek Muara tiba di Tempat Kejadian Perkara (TKP) dan menemukan seorang dewasa dalam keadaan telengkup di samping pohon mangga dengan kondisi kepala mengeluarkan darah. 

Polisi Menyaksikan Korban Saat Tergeletak. (Foto: Ist)

Setelah membuat Police Line di sekitar TKP, pihak kepolisian dipimpin langsung Kapolsek Muara AKP Raymond, Kanit Binmas Iptu MT Hutasoit, PS Kanit Reskrim Bripka W Simangunsong, Kanit Samapta Aipda PD Sianturi, Ka SPKT Bripka E Manurung dan Aipda FM Pandiangan, Bripka R Naibaho serta team Inafis Polres Taput langsung mengamankan pelaku dari TKP.

Pihak kepolisian, juga sempat mengevakuasi korban ke Rumah Sakit Umum (RSU) Tarutung untuk dilakukan Visum Et Revertum.

Lebih lanjut diutarakan AKBP Johanson Sianturi dalam laporannya, kronologi kejadian berawal sewaktu pelaku sedang duduk sambil minum kopi bersama saksi Ucok Pernando Siregar dan Hengki Ompusunggu di depan rumah pelaku.

Tidak lama kemudian, korban Marganti Siregar datang dengan mengenderai sepeda motornya sembari berkata kepada pelaku. 

"Boasa dibuet hamu barang i sian jabu" (Kenapa kalian ambil barang dari rumah itu)," tanya korban.

"Barang ni umak do na hu buet i, (Barang mamak yang saya ambil itu)," jawab pelaku.

Warga Menyaksikan Kondisi Korban Yang Sudah Tidak Bernyawa. (Foto: Ist)

Selanjutnya, korban Marganti Siregar kembali berkata kepada pelaku.

"Porang ma hita, asa hubuet kelewang on (Peranglah kita, biar saya ambil kelewang itu)," ucap korban sambil mendorong pelaku dengan kedua tangannya.

Melihat itu,  pelaku panik dan mengambil kayu yang terletak di samping rumah dan langsung memukulkan kayu tersebut ke kepala belakang korban sebanyak 1 kali hingga mengeluarkan darah.

Karena pukulan itu, korban Marganti Siregar jatuh telungkup ke tanah namun pelaku kembali memukul di bagian punggung dan kepala sebanyak 5 kali. Kemudian, melemparkan kayu tersebut di samping tubuh korban yang tergeletak tak berdaya.

Selanjutnya, pelaku masuk ke dalam rumah dan memberitahukan kejadian tersebut kepada ibunya serta menyuruh seorang abangnya untuk melaporkan kejadian tersebut ke Polsek Muara.

(SM - Jhon Hutatoruan)
×
Berita Terbaru Update