-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Istri TNI Ditembak 4 OTK di Depan Anaknya

Selasa, 19 Juli 2022 | Selasa, Juli 19, 2022 WIB Last Updated 2022-07-19T13:20:07Z
                Penulis: Redaksi
Terlihat Seorang Pelaku Menembak Istri TNI. (Foto: Rekaman CCTV)

SINAR MEDAN | SEMARANG

Empat orang tak dikenal (OTK), melakukan penembakan terhadap seorang istri TNI berpangkat Kopral di Semarang, Jawa Tengah terjadi pada, Senin (18/7/2022) kemarin. 

Penembakan itu, berlangsung di depan rumah korban yang berusia 34 Tahun tersebut. Lebih mirisnya, korban juga ditembak di depan seorang anaknya yang masih bersekolah SD.

Beruntungnya, korban masih bisa diselamatkan dan menjalani perawatan di rumah sakit. Saat ini, kondisi korban sudah sadar.

Berikut, fakta-fakta peristiwa penembakan istri TNI di Semarang.

Ditembak Setelah Jemput Anak

Istri anggota TNI tersebut, ditembak di depan rumahnya, Jalan Cemara 3, Padangsari, Banyumanik, Semarang, Jawa Tengah. Peristiwa tersebut, terjadi sekira pukul 12.00 wib.

"Posisi saya di depan (rumah). Di jalan. Iya pelakunya lewat, dua orang pakai kendaraan roda dua warna hijau," kata tetangga korban, dikutip detikJateng, Selasa (19/7/2022) siang.

Pelaku Penembakan Kedua Oleh Pelaku Terhadap Korban di Depan Rumahnya. (Foto: Rekaman CCTV)

Saksi mengatakan, korban diikuti oleh pelaku. Menurutnya, korban sampai di rumah setelah menjemput anaknya dari sekolah.

"Korban habis jemput anaknya, terus diikuti dua orang itu. Saya tidak tahu persis, pokoknya dor dor (suara tembakan) itu mbak-e (korban) sempat nyetandarkan kendaraan," ucapnya.

Istri TNI Ditembak 2 Kali

Penembakan, terekam kamera CCTV yang ditunjukkan seorang warga yang berada di lokasi. Warga menyebut, korban ditembak dua kali.

"Iya, dua kali. Pertama ini (sambil menunjukkan CCTV), ini yang mungkin pas yang meleset yang kedua yang nyerang," kata sekuriti klinik di dekat TKP, Triyanto (39), saat di lokasi, Senin (18/7/2022).

Empat Pelaku Penembakan Sedang Mengintai Korban. (Foto: Rekaman CCTV)

Pertama, pelaku melakukan penembakan setelah membuntuti korban dari arah timur atau Jalan Cemara Raya. Kemudian, pelaku sampai di pertigaan dan melakukan penembakan kedua tepat di depan rumah korban.

"Pertama dari sini atas, kan dia ngikutin, kedua dia belok, balik," lanjut Triyanto.

Triyanto menunjukkan, hasil rekaman CCTV saat pelaku melakukan penembakan yang kedua. Dari CCTV tersebut, terlihat pelaku menembak korban dari atas motornya.

Korban ditembak, saat turun dari motor bersama anaknya. Dalam video itu, korban sempat melakukan perlawanan menggunakan tas sekolah yang digenggamnya.

Empat Pelaku Memantau Korban. (Foto: Kamera CCTV)

2 Pelaku Tembak Istri TNI di Semarang

Tetangga korban menuturkan, jika istri TNI tersebut ditembak oleh dua orang tidak dikenal. Usai menembak, pelaku langsung kabur dan tidak mengambil barang berharga milik korban.

Berdasarkan rekaman CCTV di sekitar lokasi, kedua pelaku memakai jaket dan helm yang menutupi wajah. Mereka berboncengan menggunakan motor sport berwarna hijau merek Kawasaki Ninja R. Motor pelaku, juga sengaja tidak disertai pelat nomor.

Kondisi Istri TNI Pasca Ditembak

Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar mengatakan, terjadi dua kali tembakan. Salah satu peluru, bersarang di tubuh korban.

"Peristiwa terjadi dua kali tembakan, yang semua mengarah ke tubuh korban. Satu proyektil bersarang ke tubuh korban, satunya tembus dan tertinggal di TKP," kata Irwan Anwar di lokasi kejadian, dikutip detikcom, Selasa (19/7/2022).

Korban dilarikan ke RS Hermina Banyumanik, dirawat untuk pengambilan proyektil yang ada di perut sebelah kirinya. Irwan membenarkan, suami korban yang seorang TNI langsung melakukan pertolongan karena ketika kejadian berada di rumah.

"Dalam penanganan kasus ini, kita di-support penuh oleh teman-teman dari TNI," ucap Irwan.

Panglima Kumpulkan Tim Hukum Guna Usut Penembakan Istri TNI

Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa, mengumpulkan tim hukum TNI usai penembakan istri TNI di Semarang, Jawa Tengah. Andika mengatakan, tim hukum segera melakukan penyelidikan.

"Sore tadi jam 16.00 wib, saya sudah mengumpulkan tim hukum TNI untuk lakukan penyelidikan terhadap pihak-pihak yang memang masih dalam batas kewenangan TNI," kata Jenderal Andika, dikutip detikcom, Selasa (19/7/2022).

Jenderal Andika menyebut, tim hukum TNI itu juga akan berkoordinasi dengan polisi.

"Tim Hukum TNI, juga akan berkoordinasi dengan Polri sebagai institusi yang memiliki kewenangan menyidik tindak pidana ini," ucapnya.

(SM - Red/Det)
×
Berita Terbaru Update