-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Pemkab Asahan Ceroboh, Pengendara Sepeda Motor Tewas Menabrak Lubang

Minggu, 25 Desember 2022 | Minggu, Desember 25, 2022 WIB Last Updated 2022-12-25T07:20:56Z
                   Penulis: Eng Hutapea
Jalanan Rusak Menyebabkan Pengendara Sepeda Motor Terjatuh dan Tewas. (Inset: Korban Semasa Hidup. Foto: Ist)

SINAR MEDAN | ASAHAN

Diduga akibat kecerobohan oknum pihak Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Asahan yang begitu lama mengerjakan penambalan aspal di Kabupaten Asahan, Sumatera Utara (Sumut).

Seorang pengemudi sepeda motor, mengalami kecelakaan dan meninggal dunia setelah kenderaannya menabrak lubang tersebut, Minggu (25/12/2022) sekira pukul 01.00 wib.

Pengorekan aspal yang rencananya akan ditambal sulam oleh Pemkab Asahan ini, terlihat di sepanjang Jalan Ir Sutami Kecamatan Kisaran Timur Kabupaten Asahan.

Bukan hanya itu, di beberapa ruas jalan di Asahan juga terdapat pengorekan-pengorekan aspal yang akan ditambal sulam.

Karena lamanya pengerjaan itu, seorang pengendara sepeda motor bernama Tommy Tan alias Aliang (39) penduduk Jalan Syeh Silau Lingkungan V, Kelurahan Teladan Kecamatan Kisaran Timur meninggal dunia.

Diketahui, korban meninggal dunia karena melintasi lubang-lubang yang sengaja dikorek oleh Dinas PU Kabupaten Asahan tersebut. 

Menurut seorang teman korban bernama Jhonson, Korban saat itu hendak pulang ke rumahnya mengendarai sepeda motor. Karena saat itu kondisi gelap, korban tidak melihat dan mengetahui adanya korekan aspal tersebut.

Akibatnya, korban dan sepeda motornya terjebak di lubang galian tersebut hingga terjatuh. 

Yang lebih parahnya, ungkap Jhonson, korban mengalami pendarahan di otaknya. Hal itu diketahui, setelah korban dirawat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Asahan.

Karena pendarahan terus menerus di bagian otak itulah, akhirnya korban menghembuskan nafas terakhirnya.

"Dalam peristiwa ini, Pemkab Asahan wajib bertanggungjawab kepada korban. Pengorekan aspal yang rencananya akan ditambal sulam, juga tidak diberi tanda-tanda agar para pengendara Kenderaan tidak melintasinya," tegas Jhonson kesal.

Praktisi Hukum dan Sosial, Hidayat Afif SH. (Foto: Redaksi)

Sementara itu, Praktisi Hukum dan Sosial dari LBH Pospera Asahan Hidayat Afif SH menyarankan, agar Pemkab Asahan lebih serius menangani jalan-jalan yang rusak di Kabupaten Asahan, agar tidak timbul lagi korban jiwa.

Misalnya, jelas Hidayat Afif, dengan mempercepat proses tambal sulam atau memberi tanda-tanda pada jalan rusak yg belum diperbaiki sehingga, terlihat oleh pengguna jalan.

Selain itu, lanjut Hidayat Afif, sebaiknya Pemkab Asahan menertibkan galian c illegal dan truk-truk dengan over tonase yg melintas di jalan-jalan kabupaten yang menghubungkan ke Kota-kota kecamatan di Kabupaten Asahan. 

"Kita menyesali dan prihatin  atas jatuhnya korban jiwa, patut kita sadari cukup banyak jalan-jalan rusak di Kabupaten Asahan. Baik karena dampak Proyek Strategi Nasional (PSN), juga karena Penambang Pasir Galian C Ilegal," pungkas Hidayat Afif.

Sementara itu, redaksi masih berusaha melakukan konfirmasi kepada pihak Pemkab Asahan terkait pengorekan aspal tersebut. 

(SM - Eng Hutapea/Red)
×
Berita Terbaru Update