Sinar Medan.id | Medan
Pengalokasian Anggaran Dana Desa (ADD) di Desa Sumber Melati (SM) di Diski, Kecamatan Sunggal Kabupaten Deli Serdang diduga tidak transparan.
Hal tersebut, langsung menjadi perbincangan hangat ratusan warga Desa SM Diski.
Menurut penuturan seorang tokoh agama Pdt Otto Aritonang menyebut, Oknum Kades berinisial S tidak pernah melibatkan tokoh agama ataupun tokoh masyarakat dalam pembahasan Dana Desa atau Anggaran Dana Desa.
“Sejak menjadi kepala desa, kami tokoh agama tidak pernah diundang dalam musyawarah terkait anggaran dana desa. Tidak seperti kepala desa sebelum-belumnya,” ujar Otto kepada wartawan, Senin (20/7/2026) sekira pukul 15.30 WIB kemarin.
Otto menambahkan, ia juga pernah menanyakan terkait ADD yang telah disalurkan kepada masyarakat.
Namun, tokoh agama yang pernah mendukung ketika mencalonkan kepala desa itu tidak mendapat jawaban.
Parahnya lagi, kata Ketua DPC Asosiasi Pendeta Indonesia (API) Kabupaten Deli Serdang itu, S “Kacang Lupa Kulit” terhadap masyarakat Dusun III dan VII Desa SM Diski.
“Tahun pertama menjadi Kepala Desa, beliau pernah datang sekali dalam acara Natal. Selanjutnya, sampai sekarang tidak pernah lagi,” katanya.
Padahal sambung Otto, ketika mencalonkan Kades pada 16 Maret 2022 lalu, S didukung masyarakat Dusun III dan VII yang didominasi Batak Kristen.
Otto juga menyinggung, intensif 14 guru sekolah minggu yang pernah diberi S Rp1 Juta setiap tahunnya kepada 7 gereja.
“Tahun pertama menjadi Kades Pak S sempat memberi Rp1 Juta kepada 14 guru sekolah minggu yang ada di Dusun III, IV dan VII. Tapi tahun berikutnya, sampai sekarang tidak ada lagi,” tandasnya.
Otto pun menyayangkan slogan Sunaryo “Sahabat Semua Agama” ketika mencalonkan kepala desa beberapa tahun lalu itu.
(SM - Redaksi)
Posting Komentar untuk "Alokasi ADD Desa SM Diski Kecamatan Sunggal Diduga Tidak Tranparan, Warga Resah"