Sinar Medan.id | Tanah Karo
Forum Wartawan Tri Matra (FW Tri Matra) melakukan kunjungan silaturahmi ke Markas Komando Distrik Militer (Kodim) 0205/Tanah Karo, Sabtu (15/8/2026) siang.
Rombongan diterima langsung Komandan Kodim 0205/TK Letkol Inf Robert Panjaitan di ruang kerjanya.
Ketua Forum Wartawan Tri Matra, Winda hadir bersama Sekretaris Anwar Effendi Siregar, Bendahara Andi At, Wakil Bendahara Sidik serta jajaran pengurus diantaranya Imam, Masyuri, Azli dan Lia Hambali.
Salah satu hal pembahasan adalah, adanya insiden sejumlah pelajar SMA di Berastagi yang dilaporkan mengalami keluhan kesehatan setelah mengonsumsi makanan dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG).
Dalam kesempatan tersebut, Letkol Inf Robert Panjaitan memberikan klarifikasi terkait posisi Kodim 0205/TK dalam persoalan tersebut.
Menurut Dandim, persoalan yang terjadi merupakan persoalan internal pada Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG). Ia menegaskan, kejadian tersebut tidak melibatkan Kodim 0205/TK, Yayasan MKJ maupun mitra.
“Ini merupakan persoalan internal SPPG dan tidak melibatkan Kodim, MKN/MKJ maupun rekanan,” demikian poin klarifikasi yang disampaikan Dandim dalam pertemuan tersebut.
Klarifikasi ini dinilai penting untuk meluruskan informasi yang berkembang di tengah masyarakat, sehingga tidak muncul persepsi bahwa seluruh unsur yang berkaitan dengan program MBG otomatis bertanggung jawab atas setiap persoalan yang terjadi dalam pelaksanaannya.
Ditambahkan Dandim, Program MBG di Kabupaten Karo sendiri telah berjalan melalui sejumlah SPPG. Pada Februari 2026, Bupati Karo Antonius Ginting bersama Dandim 0205/TK saat itu secara resmi melaunching kegiatan SPPG di wilayah Kodim 0205/TK.
Dalam peluncuran tersebut disebutkan tiga titik SPPG, yakni SPPG Makodim 0205/Tanah Karo, SPPG Merek Garingging dan SPPG Tigabinanga. Program tersebut, diarahkan untuk mendukung pemenuhan gizi anak-anak serta kelompok penerima manfaat lainnya.
Kehadiran SPPG merupakan bagian penting dari pelaksanaan MBG karena unit pelayanan tersebut berhubungan langsung dengan proses penyediaan dan distribusi makanan kepada penerima manfaat.
Dalam pemberitaan sebelumnya, operasional SPPG di Kabupaten Karo juga disebut telah melayani puluhan ribu penerima manfaat.
Standar Keamanan Pangan Harus Menjadi Prioritas
Persoalan dugaan keracunan makanan pada penerima manfaat MBG, tentu menjadi perhatian serius karena menyangkut kesehatan dan keselamatan anak-anak sekolah.
Sebelumnya, saat launching SPPG Karo-II di Polsek Berastagi pada Oktober 2025, Bupati Karo Antonius Ginting telah mengingatkan agar pelaksanaan program tidak keluar dari prosedur yang ditetapkan Badan Gizi Nasional (BGN).
Penekanan tersebut mencakup standar pelayanan, kandungan gizi, bahan baku, proses pengiriman hingga pengelolaan limbah. Bupati juga mengingatkan pentingnya mencegah terjadinya keracunan makanan karena penerima manfaat program adalah anak-anak.
Pada kegiatan yang sama, unsur kepolisian juga menekankan pentingnya memastikan kelayakan bahan makanan, kebersihan sarana dan prasarana serta ketepatan waktu distribusi.
Dengan demikian, apabila muncul dugaan gangguan kesehatan setelah konsumsi makanan MBG, pemeriksaan terhadap seluruh tahapan penyediaan makanan menjadi penting untuk memastikan sumber persoalan.
Jangan Terburu-buru Menyimpulkan
Kasus dugaan keracunan makanan pada program MBG di sejumlah daerah sebelumnya juga menunjukkan bahwa penentuan penyebab membutuhkan pemeriksaan dan investigasi. Sampel makanan maupun aspek kesehatan penerima manfaat perlu diperiksa sebelum kesimpulan mengenai sumber masalah ditetapkan.
Karena itu, insiden yang terjadi di Berastagi juga perlu ditangani secara objektif dan berdasarkan hasil pemeriksaan pihak berwenang.
(SM - Azly)
Posting Komentar untuk "Bahas Persoalan MBG, Forum Wartawan Tri Matra Silaturahmi Dengan Dandim 0205/TK"