SINAR MEDAN | DELI SERDANG
Walau umat Islam sedang menjalan puasa di Bulan Ramadhan, namun hal itu tidak membuat para pengelolah lokasi perjudian jenis tembak ikan menghentikan aktifitasnya.
Salah satu lokasi judi tersebut yang membuka usahanya berada Jlann Cikditiro Kelurahan Pekan, Kecamatan Lubuk pakam.
Seorang warga bernama Budi (35) penduduk Jalan Bakaran Batu, Lubuk Pakam mengungkapkan, lokasi-lokasi perjudian tersebut dibackup oleh oknum-oknum Ormas dan oknum aparat tertentu.
"Mana berani Polsek Lubuk Pakam menggerebek lokasi judi itu bang, karena yang jaga oknum ormas dan oknum aparat tertentu bang," ujar Budi.
"Pernah petugas Polsek Lubuk Pakam melakukan penggerebekan di 4 lokasi judi tembak ikan sepekan lalu bang, tapi penggerebekan terkesan hanya ecek-ecek doang," lanjut Budi.
Sementara itu, Amir Panatagama selaku Ketua MUI Kabupaten Deli Serdang mengatakan bahwa, maraknya praktik perjudian di wilayah Kecamatan Lubuk Pakam Kabuten Deliserdang sudah sangat meresahkan warga.
"Melarang keras apapun namanya bentuk judi, baik Tembak Ikan yang mengatasnamakan ketangkasan tetap perangkap syaitan najis dan haram," tutur Amir saat dikonfirmasi melalui layanan Whatsapp.
Lebih lanjut diutarakan Amir, hasil dari perjudian akan membawa kemudharatan dan kemungkaran. "Bagaimanapun, kami menghimbau warga untuk waspada terhadap keluarganya masing-masing jangan sampai terperangkap bujuk rayu syaitan," ucap Amir
"Aparat pemerintah dan keamanan, agar massif membantu warga menghadang dan menghalangi untuk tidak berjudi dengan cara apapun yang sudah diatur dalam standar operasionalnya untuk tidak melanggar HAM," terang Amir.
Amir juga menambahkan, pihaknya akan menyampaikan langsung terkait Judi Di Lubuk Pakam kepada Kapolresta Deli Serdang, Kombes Irsan Sinuhaji untuk menutup semua lokasi judi yang ada di Lubuk Pakam," tegasnya.
Terpisah, Kapolsek Lubuk Pakam, AKP Hendryanto Sihotang Saat dikonfirmasi awak media melalui pesan Whatsapp terkait banyak lokasi perjudian yang masih tetap beroperasi, tidak memberikan komentar. Namun begitu, Redaksi masih menunggu jawabannya.
(SM-Januard)
