-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Dua Dari 6 Penganiaya Ade Armando Ditangkap Polisi, Empat Diburon

Selasa, 12 April 2022 | Selasa, April 12, 2022 WIB Last Updated 2022-04-12T16:50:56Z

4 Dari 6 Pelaku Penganiaya Ade Armando. (Foto: Ist)

SINAR MEDAN | JAKARTA

Polda Metro Jaya, berhasil menangkap dua pelaku kasus penganiayaan terhadap pegiat media sosial sekaligus Dosen Universitas Indonesia (UI), Ade Armando.

Terdapat enam pelaku, berhasil diidentifikasi terkait kasus ini oleh tim gabungan Ditreskrimum dan Ditreskrimsus Polda Metro Jaya. Saat ini, dua pelaku dikabarkan masih dalam perjalanan menuju Polda Metro Jaya.

Hal itu diungkapkan Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Endra Zulpan pada Selasa (12/4/2022) siang.

“Polda Metro Jaya, telah berhasil mengidentifikasi pelaku pemukulan dan pengeroyokan kepada Ade Armando. Ada enam orang yang teridentifikasi, sebagai pelaku pemukulan dan pengeroyokan,” ujar Zulpan.

Keenam pelaku, kata Zulpan, berinisial MB, AM, AL, AP, DUH, dan K.

“Tim dari Polda Metro dan Dit Krimum, serta Dit Krimsus sudah berhasil menangkap dua pelaku. Saat ini, masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” jelasnya.

Sementara dua pelaku yang ditangkap, berinisial MB dan K.

Diberitakan sebelumnya, Ade Armando mengalami penganiayaan saat menghadiri demonstrasi yang terjadi di Gedung DPR/MPR, Senin (11/4/2022) kemarin.

Dari rekaman video yang beredar di media sosial, tampak beberapa ibu mengerubungi Ade Armando dan memaki Dosen Komunikasi UI itu.


Beberapa orang pengunjuk rasa dan mahasiswa pun, berusaha menenangkan keadaan. 

Kemudian beberapa orang di sekitar, mencoba menyelamatkan Ade Armando dan menjauh dari kerumunan tersebut.

Namun di tengah jalan, massa yang tidak diketahui dari mana tersebut mulai memukuli Ade Armando.

Dalam sebuah video yang beredar, Ade Armando lebih dulu dipukul dari belakang oleh seorang pria bertopi.

Setelah pukulan pertama itu, beberapa orang lainnya ikut mengeroyok Ade Armando. Sang aktivis menerima pukulan secara bertubi-bertubi dari berbagai sisi.

Tampak satu orang yang coba menghalau aksi pengeroyokan dengan memegangi Ade Armando, tapi upaya itu gagal.

Ade Armando dikeroyok hingga tersungkur ke aspal bahkan, celana yang dikenakannya sampai terlepas. Tampang para pengeroyok Ade Armando terlihat jelas dalam video berdurasi 21 detik.

Polisi yang mendengar ada keributan segera membelah kerumunan dan berusaha menyelamatkannya.

Seorang perwira polisi kemudian memberanikan diri memasuki kerumunan dan mencegah aksi main hakim sendiri itu terjadi.

Ternyata, sosok perwira polisi itu adalah Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heryatno.

Setyo mendekati kerumunan dan segera menggendong Ade Armando untuk dibawa menjauh dari lokasi.

Namun saat Ade Armando digendong, massa tetap melempari botol dan batu ke arah pegiat media sosial itu. Barisan polisi juga berusaha melindungi Setyo yang tengah menyelamatkan Ade Armando. 

Minggir-minggir, kasih jalan, kasih jalan," tuturnya. Ade Armando pun dievakuasi ke dalam area kompleks parlemen. Terlihat wajahnya babak belur, hingga mengeluarkan darah saat dievakuasi.


Kabar terakhir, Ade Armando mengalami pendarahan di otak belakang dan saat ini dirawat di RS Siloam, Jakarta Selatan.


Hal ini diungkapkan oleh sahabat Ade, Nong Darol Mahmada. "Kondisinya itu hasil CT Scan tadi malam, itu menunjukan bang Ade pendarahan di otak belakangnya. Jadi itu memanjang, mungkin pukulannya terlalu keras dan berkali-kali, bertubi-tubi,” jelas Nong.

Saat ini, kata Nong, Ade telah dirawat di High Care Unit (HCU) dai Unit Gawat Darurat (UGD).

Nong pun mengatakan, kondisi Ade Armando sudah membaik setelah pengeroyokan yang terjadi. Hanya saja, Nong mengatakan hal tersebut belum dapat menjadi patokan.

“Karena hasil CT itu masih terus menerus, hasilnya kan seperti itu, ada pendarahan. Intinya itu harus dipantau terus dirontgen pagi ini kepalanya untuk memastikan itu,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, Ade Armando yang mengeluhkan sakit pada hidungnya. Dokter THT pun, kata Nong, telah melakukan pemeriksaan terhadap hidung Ade Armando.

“Kemarin waktu diperiksa, kalau hidung gak patah. Tapi tiba-tiba dia ngerasa kayak ada sesuatu gitu. Memang harus dipantau lagi diperiksa beneran apakah ada yang serius atau enggak,” pungkasnya.

(SM - Red)




Keenam pelaku, kata Zulpan, berinisial MB, AM, AL, AP, DUH, dan K.

“Tim dari Polda Metro dan Dit Krimum, serta Dit Krimsus sudah berhasil menangkap dua pelaku. Saat ini, masih dilakukan pemeriksaan oleh penyidik,” jelasnya.

Sementara dua pelaku yang ditangkap, berinisial MB dan K.

Diberitakan sebelumnya, Ade Armando mengalami penganiayaan saat menghadiri demonstrasi yang terjadi di Gedung DPR/MPR, Senin (11/4/2022) kemarin.

Dari rekaman video yang beredar di media sosial, tampak beberapa ibu mengerubungi Ade Armando dan memaki Dosen Komunikasi UI itu.


Beberapa orang pengunjuk rasa dan mahasiswa pun, berusaha menenangkan keadaan. 

Kemudian beberapa orang di sekitar, mencoba menyelamatkan Ade Armando dan menjauh dari kerumunan tersebut.

Namun di tengah jalan, massa yang tidak diketahui dari mana tersebut mulai memukuli Ade Armando.

Dalam sebuah video yang beredar, Ade Armando lebih dulu dipukul dari belakang oleh seorang pria bertopi.

Setelah pukulan pertama itu, beberapa orang lainnya ikut mengeroyok Ade Armando. Sang aktivis menerima pukulan secara bertubi-bertubi dari berbagai sisi.

Tampak satu orang yang coba menghalau aksi pengeroyokan dengan memegangi Ade Armando, tapi upaya itu gagal.

Ade Armando dikeroyok hingga tersungkur ke aspal bahkan, celana yang dikenakannya sampai terlepas. Tampang para pengeroyok Ade Armando terlihat jelas dalam video berdurasi 21 detik.

Polisi yang mendengar ada keributan segera membelah kerumunan dan berusaha menyelamatkannya.

Seorang perwira polisi kemudian memberanikan diri memasuki kerumunan dan mencegah aksi main hakim sendiri itu terjadi.

Ternyata, sosok perwira polisi itu adalah Wakapolres Metro Jakarta Pusat, AKBP Setyo Koes Heryatno.

Setyo mendekati kerumunan dan segera menggendong Ade Armando untuk dibawa menjauh dari lokasi.

Namun saat Ade Armando digendong, massa tetap melempari botol dan batu ke arah pegiat media sosial itu. Barisan polisi juga berusaha melindungi Setyo yang tengah menyelamatkan Ade Armando. 

Minggir-minggir, kasih jalan, kasih jalan," tuturnya. Ade Armando pun dievakuasi ke dalam area kompleks parlemen. Terlihat wajahnya babak belur, hingga mengeluarkan darah saat dievakuasi.


Kabar terakhir, Ade Armando mengalami pendarahan di otak belakang dan saat ini dirawat di RS Siloam, Jakarta Selatan.


Hal ini diungkapkan oleh sahabat Ade, Nong Darol Mahmada. "Kondisinya itu hasil CT Scan tadi malam, itu menunjukan bang Ade pendarahan di otak belakangnya. Jadi itu memanjang, mungkin pukulannya terlalu keras dan berkali-kali, bertubi-tubi,” jelas Nong.

Saat ini, kata Nong, Ade telah dirawat di High Care Unit (HCU) dai Unit Gawat Darurat (UGD).

Nong pun mengatakan, kondisi Ade Armando sudah membaik setelah pengeroyokan yang terjadi. Hanya saja, Nong mengatakan hal tersebut belum dapat menjadi patokan.

“Karena hasil CT itu masih terus menerus, hasilnya kan seperti itu, ada pendarahan. Intinya itu harus dipantau terus dirontgen pagi ini kepalanya untuk memastikan itu,” jelasnya.

Ia juga mengatakan, Ade Armando yang mengeluhkan sakit pada hidungnya. Dokter THT pun, kata Nong, telah melakukan pemeriksaan terhadap hidung Ade Armando.

“Kemarin waktu diperiksa, kalau hidung gak patah. Tapi tiba-tiba dia ngerasa kayak ada sesuatu gitu. Memang harus dipantau lagi diperiksa beneran apakah ada yang serius atau enggak,” pungkasnya.

(SM - Red)

×
Berita Terbaru Update