Penulis: Redaksi
SINAR MEDAN | MEDAN
Beredarnya dugaan oknum TNI mengancam Wartawan di Medan yang sempat heboh di dunia maya, diklarifikasi oleh Kapendam I/BB Kolonel Rico Siagian.
Kolonel Inf Rico J Siagian menuturkan, hal tersebut tidak benar adanya alias Hoax. Anggota TNI yang mengancam wartawan di Medan ini, masih dalam tahap investigasi lebih lanjut.
Rico menjelaskan, sebelumnya anggota TNI tersebut, sudah meminta baik-baik untuk menghapus foto mobil dinas tanpa izin terlebih dahulu.
Kapendam mengatakan, bukan tidak boleh mengambil gambar hanya saja, mengambil foto tanpa izin itu tetap melanggar, apalagi foto yang diambil tersebut adalah suatu yang berhubungan instansi aparat pemerintah.
"Ya mungkin bisa jadi itu suatu yang dirahasiakan, atau bisa pula kendaraan tersebut ternyata mobil yang sering di gunakan oleh panglima. Jadi cukup membahayakan apabila terlalu diexpos ke publik, inilah alasan kenapa harus izin dahulu," tutur Rico Siagian.
Lebih lanjut diungkapkan Rico, mengenai kasus tersebut diri menyatakan bahwa anggotanya sudah meminta secara baikbaik untuk menghapus foto tersebut namun wartawan tersebut tidak terima lantas langsung memberitakan bahwasanya dirinya diancam oleh anggota TNI.
"Kami sebelum menjadi seorang prajurit, sudah bersumpah untuk menjaga Kedaulatan negara dari ancaman apapun. Termasuk menjaga masyarakat juga mas, dan bahkan kami rela berkorban nyawa demi menjaga negara ini. Jadi saya yakin anggota TNI tidak seperti itu, sekeras-kerasnya TNI tetap jika berhubungan dengan masyarakat kami melayani dengan sepenuh hati," ucapnya.
Mengenai hal itu, pihak TNI tetap menyelidiki motif lanjutan terkait ancaman tersebut. Apakah memang betul dari anggota, atau hanya sebatas penggiringan opini semata.
Masyarakat tetap diminta untuk bersabar, jangan terprovokasi dengan berita yang belum benar adanya. Hal ini, bertujuan untuk saling menjaga hubungan antara masyarakat dengan aparat.
(SM - Redaksi/Rel Kodam I/BB)