-->

Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Iklan

Indeks Berita

Kampung Aur Diserang Puluhan Gemot

Senin, 13 Juni 2022 | Senin, Juni 13, 2022 WIB Last Updated 2022-06-13T13:56:47Z

                Penulis: Redaksi
Foto: Ilustrasi Geng Motor

SINAR MEDAN | MEDAN

Puluhan remaja yang diduga merupakan komplotan Geng Motor (Gemot), menyerbu pemukiman warga Kampung Aur, Kecamatan Medan Maimun, Senin (13/6/2022) dinihari.

Menurut Kepala Lingkungan (Kepling) IV, Sabil, kejadian itu bermula ketika ada salah seorang warganya bernama Bimbi dikejar oleh puluhan anggota komplotan geng motor tersebut.

Malam itu, warganya kebetulan berpapasan dengan puluhan anggota geng motor saat sedang melintas di Jalan Letjen Suprapto, Kecamatan Medan Maimun.

"Awalnya saya dapat informasi dari masyarakat atas nama Bimbi, dia diikuti dari pihak geng motor, dari arah berlawanan mengejar Bimbi," kata Sabil kepada Tribun-MedanSenin (13/6/2022).

Dijelaskannya, Bimbi yang panik dikejar oleh para pelaku langsung membelokkan sepeda motornya masuk ke kawasan kampung Aur dengan cara turun dari tangga sambil menurunkan sepeda motornya.

"Dia berhasil turun ke Kampung Aur, sepeda motornya juga dibawa turun dari tangga," sebutnya.

Sabil mengungkapkan, melihat Bimbi lari ke pemukiman penduduk, puluhan geng motor ini langsung melempar batu ke arahnya yang juga mengenai atap rumah warga.

"Di situ terjadi keributan, sekira jam satu dinihari tadi. Ada lebih kurang sekira 50 motor, masyarakat merasa rugi seng-seng mereka dilempari batu," tuturnya.

Ia mengatakan, akibat kejadian itu sebuah steling milik warganya sempat pecah dan Bimbi juga mengalami luka di bagian tangannya.

"Steling juga ada pecah, si Bimbi juga luka ditangannya. Yang jelas ada cedera, tangannya luka," bebernya.

Lebih lanjut, Sabil mengungkapkan bahwa sampai saat ini dirinya belum mengetahui apa motif sebenarnya yang terjadi sehingga terjadi keributan tersebut.

"Kalau keterangan dia (Bimbi) dikejar, dia langsung turun kemari. Sejauh ini saya rasa tidak ada, makanya bingung juga kenapa terjadi," ungkapnya.

Ia berharap kepada pihak kepolisian, agar bisa lebih memberikan rasa aman kepada warga Kota Medan dan menertibkan aksi - aksi geng motor yang meresahkan.

"Karena tidak ada kerugian, tidak ada melapor. Langkah saya ke depan, saya mengharapkan kepada pihak kepolisian untuk lebih sigap lagi untuk masalah hal ini," pungkasnya.

(SM - Red/Det)
×
Berita Terbaru Update