Penulis: Redaksi
SINAR MEDAN | MEDAN
Asiah Shinta Dewi Boru Hasibuan (42) penduduk Jalan Garuda, Kecamatan Medan Sunggal yang tewas terjebak dan jatuh dari dalam lift Bandara Kualanamu beberapa hari lalu, meninggalkan duka mendalam bagi keluarganya.
0
Asiah Shinta Boru Hasibuan, meninggalkan seorang putri bernama Alisiyah ais Ais (15) yang masih duduk di bangku SMA Kelas I di Medan.
Terlihat pula di rumah duka, perwakilan dari pihak Bandara Kualanamu sebanyak 6 orang menyampaikan duka kepada keluarga korban.
Hingga kini, pihak keluarga masih menunggu jenazah Asiah Shinta Boru Hasibuan selesai dilakukan otopsi di RS Bhayangkara Medan.
Berdasarkan informasi, korban datang ke Bandara Kualanamu karena mengantar keluarganya hendak pergi ke luar negeri.
Kemungkinan, ia terjatuh dari sela-sela lift sebelum tiba di lantai tempat korban menunggu.
Petugas nampak kesulitan melakukan evakuasi, mereka harus membuka paksa lift karena posisi mayat terjepit di bawahnya.
Kapolsek Kawasan Bandara, Iptu Natanail Surbakti menjelaskan sosok mayat di dalam lift tersebut berjenis kelamin wanita.
Ia belum bisa menjelaskan secara pasti, penyebab wanita tersebut meninggal dunia.
"Intinya keluarganya sudah datang, dan sudah mengaku korban adalah keluarganya," ujar kapolsek.
Ia datang ke Bandara Kualanamu pada Senin (24/4/2023 pukul 20.30 WIB.
Menurut keterangan keluarga, Asiyah sempat menghubungi keluarga dan mengabarkan jika terjebak di dalam lift.
Namun setelah dicari hingga pukul 02.00 dinihari tidak ditemukan.
Akhirnya, korban ditemukan pada Kamis (27/4/2023) sekira pukul 16.00 WIB karena adanya bau menyengat di sekitar lift.
Sebelumnya, penumpang dan pengunjung di Bandara Kualanamu digegerkan dengan penemuan mayat seorang wanita, Kamis (27/4/2023).
Mayat wanita tersebut, ditemukan di bawah lift bandara Internasional Kualanamu.
Mayat korban, terjebak di bagian bawah lift Islan A terminal penumpang bandara Kualanamu.
Saat ini, lokasi sudah dipasangi garis Polisi.
"Ya, mayat perempuan persis dibawah lift,namun pastinya kita masih menunggu tim inafis polda," tandas Natanail Surbakti.
(SM - Redaksi)